Skip to content

Marquez Paham Bagaimana Bila Ia Menang, Tapi Apakah Ia Paham Dengan Kekalahan?

24/08/2014

image

Bagaimana reaksi Marc Marquez ketika memasuki pitbox sirkuit Brno setelah rekor kemenangan 10x beruntun nya terhenti dan tidak mendapatkan podium?

Staff HRC merasa khawatir setelah rekor tak terkalahkan Marc Marquez terhenti di Brno. Karena Marc sebelumnya telah memenangi 10 dari 10 seri di musim ini, dan bila meraih kemenangan ke 11 itu merupakan pemecah rekor kemenangan.. Di umurnya yang masih muda, 21 tahun.

Sebagaimana kita tahu, Marquez gagal meraih itu. Masalah traksi RCV selama race menjadi penyebab ketidak kompetitifnya sang little spaniard melawan trio rivals utamanya, Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa dan Valentino Rossi, yang selalu mencari dan menunggu kelemahan dari Marquez, dan menerkamnya seperti sekawanan serigala. Dalam hal ini kekalahan Marc begitu telak. Tidak hanya kalah dari ketiga rivals utama, tapi hasil ini pertama kalinya Marc tidak mendapatkan podium sejak Mugello di tahun lalu, saat Marquez terjatuh sewaktu mengejar Dani Pedrosa.

Di garasi Repsol Honda, semua pekerja team merasa bahwa posisi finish keempat adalah sebuah kekalahan besar. Mereka juga sadar, hasil ini dikarenakan karena Marquez tidak mampu meladeni tantangan dari rival utamanya.

Livio Suppo, HRC’s Communications and
Marketing Director,  mengatakan kepada Sport Rider bahwa ia dan seluruh team, khususnya staff teknik, mengira Marquez akan mengeluarkan rasa frustasinya dengan reaktif.

Setelah melewati garis finish, sikap tubuh Marquez terlihat kecewa, jadi kru team nya menunggu di garasi dan bersiap menerima semprotan dari sang pemilik no #93

“Di situasi saat ini, Casey Stoner akan masuk ke garasi dengan sangat marah, dan dia akan memperlihatkan kemarahannya kepada semua orang. Kepada saya, kepada Nakamoto (Director of HRC)  dan kepada seluruh engineers… Kita harus mendengarkan semua (keluhannya)” jelas Suppo.

image

Jadi saat staff HRC melihat RCV bernomor #93 memasuki garasi, mereka telah mempersiapkan diri masing masih untuk menerima kemarahan besar. Tapi itu tidak pernah terjadi. Sewaktu Marc berhenti di depan garasi dan turun dari motornya, hal pertama yang dia lakukan adalah melihat ban belakangnya, lalu ia masuk ke pit dan duduk di kursinya…. Dan dalam langkahnya, ia memberikan pelukan kepada mekaniknya.

Semua orang mengira akan melihat wajah kemarahan Marquez saat ia membuka helmnya, tetapi ternyata tidak, Marc malah tersenyun. Kata pertama yang terlontar adalah “No pasa nada” yang artinya “jangan khawatir”.
“Ini adalah hasil terbaik yang bisa kita raih” kata Marc kepada seluruh teamnya.
“Saya tidak memiliki kemampuan untuk memenangi perlombaan. Saya tidal dapat memiliki traksi ke aspal, dan makin lama (semakin bertambah lap) semakin buruk.” tambah Marc yang sejak latihan bebas merasa tidak kompetitif dengan motornya.

Staff HRC termasuk crew Marquez yang notabene mengenal Marc secara dekat merasa salut dengan sikap Marquez
“Ini adalah perbedaan antara Marc dan Casey : ketenangan.” Kata Suppo. “Keduanya adalah pembalap dengam talenta besar, tapi Marquez menyebarkan rasa tenang kepada orang orang disekitarnya.”

Setelah menenangkan suasana, Marc secepatnya memanggil secara bersamaan HRC, Öhlins, Bridgestone dan crew teamnya.
“Baik, saatnya kita bekerja kembali.” Jadi saat perayaan penyerahan piala MotoGP diatas podium sedang berlangsung, Marquez duduk dan dikelilingi oleh team teknisnya, mencari jawaban dan soludi atas masalah yang terjadi saat balapan.

image

Hari berikutnya, latihan resmi MotoGP dimana diikuti oleh seluruh team dilangsungkan di sirkuit yang sama, dan di latihan itu Marquex mencetak waktu terbaik, memecahkan rekor time lap dan membuat rekor lean bike sebesar 68° tanpa terjatuh.

Sumber : sportrider

Iklan
16 Komentar leave one →
  1. 24/08/2014 12:04 AM

    sebenarnya aku bisa saja menjuarai semua seri motogp 2014
    namun, ku sisakan sedikt saja kemenangan supaya yang lain bisa mencicipi podium
    :v

    Suka

  2. 24/08/2014 2:43 AM

    “Di situasi saat ini, Casey Stoner akan masuk ke garasi dengan sangat marah, dan dia akan memperlihatkan kemarahannya kepada semua orang

    Suka

  3. 24/08/2014 6:26 AM

    itulah marc marq… slalu adem ayem..
    gk mau emosi..mskipun kwalitas ban nya buruk saat itu…
    nmun tdK mnyalahkan siapa pun..nmun itu hebat dia adlah lelaki berjiwa hebat..gk kaya hohe ma vale… dkit2 koar koar dkit2 ngambekk kyo wedus aee…

    Suka

  4. 24/08/2014 8:31 AM

    Kalau pembalap lain pasti ban atau pabrik ban yang jadi wedus ireng.

    Suka

  5. 24/08/2014 11:02 AM

    marquez meski masih muda tapi sudah matang 😎 http://ridertasik.wordpress.com/2014/08/24/seperti-inikah-cbsf-facelift/

    Suka

  6. 24/08/2014 7:03 PM

    itulah kelebihan MM sedari awal…lucu aja ngeliat ada yg ga demen ama Rider macam gini
    ga banyak ngebacot ….pandai menekan emosi dan pengertian dengan crew tim…jadi kompak selalu

    surely he’ll be the next motogp legend

    Suka

  7. 24/08/2014 8:56 PM

    moh kalah

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: