Skip to content

Kenapa Parkir Mobil Lebih Spesial Daripada Parkir Motor? (Opini Pribadi)

11/06/2014

20121710_kenaikantarifparkir_1

Sudah banyak pengguna sepeda motor mengeluh dengan kenyamanan dan keamanan parkir motor, mulai dari berdesak-desakan, tidak beraturan yang akhirya mengakibatkan resiko motor rusak (bayangin sedihnya motorcyclist freak yang menganggap motor = kekasihnya lecet / rusak di parkiran)

Memang, keruwetan parkir motor juga disebabkan oleh pengguna parkir itu sendiri, memaksa masuk di celah sempit / menaruh motor seenaknya. Tapi para pengelola parkir juga sering menomor duakan motor daripada mobil, dibeberapa parkir motor, kita bisa lihat kalau parkiran motor tanpa atap, jadi motor kehujanan dan kepanasan, lalu tidak adanya garis marka pembatas antar parkir motor lokasi parkiran jauh dari bangunan yang dituju dan terkadang para operator males mengatur parkir motor

Padahal, kalo kita hitung secara keuntungan, parkir motor itu lebih menguntungkan daripada mobil, bisa kita lihat dari SRP alias Satuan Ruang Parkir antara Motor dan Mobil

parkir mobil

Dimensi SRP

Dimensi dasar untuk SRP berdasarkan Pedoman Perencanaan dan Pengoperasian Fasilitas Parkir tergantung kepada bukaan pintu, jenis kendaraan. Lebar bukaan pintu akan memengaruhi kenyamanan penumpang keluar masuk kendaraan seperti ditunjukkan berikut ini:

Jenis bukaan pintu Pengguna dan atau peruntukan Gol.
Pintu depan/belakang terbuka tahap awal 55 cm Kantor, Perdagangan, Universitas I
Pintu depan/belakang terbuka penuh 75 cm Pusat Olahraga, Hotel, Rekreasi, Rumah Sakit, Bioskop, Belanja II
Pintu depan/belakang terbuka penuh ditambah pergerakan kursi roda Orang Cacat III

Dimensi Satuan Ruang Parkir yang biasa digunakan adalah:

No. Jenis kendaraan Dimensi SRP, (mtr)
1a Mobil Penumpang Gol I 2,3 x 5
1b Mobil Penumpang Gol II 2,5 x 5
1c Mobil Penumpang Gol III 3,0 s/d 3,6 x 5
2 Bus/Truk 3,4 x 12,5
3 Sepeda motor 0,75 x 2,0

Dari data SRP diatas, kita bisa analogikan kalau dalam ruangan dengan luas P x L = 13 mtr x 5 mtr, kita bisa menjadikannya parkir untuk 4 mobil atau 25 motor

parkir motor

Tarif Parkir Mobil dan Motor menurut perda Jakarta : 

Tarif jasa layanan pemakaian lingkungan/Pelataran/Gedung Parkir
1. Tarif jasa layanan pemakaian lingkungan Parkir
No. Uraian Tarif
1. Sedan, Jeep, Minibus, Pickup dan sejenisnya Rp 4.000,00 s.d. Rp. 5.000,00 untuk jam pertama
Rp 2.000,00 s.d. Rp. 4.000,00 untuk setiap jam berikutnya kurang dari satu jam dihitung satu jam
2. Bus, Truk dan sejenisnya Rp 6.000,00 s.d. Rp 7.000,00 untuk jam pertama
Rp 3.000,00 untuk setiap jam berikutnya kurang dari satu jam dihitung satu jam
3. Sepeda Motor Rp 1.000,00 s.d. Rp 2.000,00/jam
4. Sepeda Rp 1.000,00 untuk satu kali parkir

Nah, mari kita hitung, lebih untung mana, parkir motor atau parkir mobil?

Kita gunakan tarif termahal sesuai perda Jakarta

Dimensi Parkir Mobil

Dalam 1 jam :

Mobil  :

4   x Rp. 5.000,- = Rp. 20.000,-

Motor :

25 x Rp. 2.000,- = Rp. 50.000,-

Dimensi Parkir Motor

Dalam 2 jam :

Mobil :

1 jam pertama :

4   x Rp. 5.000,- = Rp. 20.000,-

1 jam berikutnya :

4 x Rp. 4.000,- = Rp. 16.000,-

Total :

= Rp. 20.000 + Rp. 16.000

= Rp. 36.000,-

Motor :

1 jam pertama :

25   x Rp. 2.000,- = Rp. 50.000,-

1 jam berikutnya :

25 x Rp. 2.000,- = Rp. 50.000,-

Total :

= Rp. 50.000 +Rp. 50.000

= Rp. 100.000,-

parkir UI

Dari perhitungan diatas, kita bisa bandingkan, banyakan mana, Rp. 36.000,- atau Rp. 100.000,- :mrgreen:

Jelaskan, bagi operator parkir lebih menguntungkan parkir motor daripada parkir mobil

“Lha trus kenapa kalau parkir motor kesannya dianak tirikan daripada parkir mobil?”

Ya itu karena, yang pake mobil terlihat lebih prestige daripada yang pake motor

“kalo gitu ya diskriminasi status sosial dunk”

Begitulah kenyataannya, padahal belum tentu pengguna parkir mobil lebih kaya daripada pengguna motor

Nah, mungkin ada pembaca yang memiliki pengetahuan lebih masalah parkir ini?

Monggo share 🙂

Sumber :

Jakarta.go.id

Wikipedia

anisavitri.wordpress.com

Iklan
26 Komentar leave one →
  1. st3v4nt permalink
    11/06/2014 5:24 AM

    Untuk parkir di mal, pemilik mal menggunakan prediksi banyak (volume) belanja dan lama pengunjung (penyewa parkir) berada di mal. Untuk hal ini penggendara roda 4 lebih unggul dibanding pengendara roda 2. Jumlah belanjaan pengendara roda 2 dipastikan lebih sedikit dibanding pengendara roda 4. Begitu juga lama waktu kunjungan di mal. Tentunya dibutuhkan penelitian lebih mendalam tentang hal ini.

    Suka

    • 11/06/2014 7:49 PM

      Ada benarnya juga sih, tp itu apa jd pembenaran utk tidak memanjakan pengguna motor?

      Suka

  2. 11/06/2014 7:12 AM

    Pernah dulu pas mau beli hp ke salah satu Mall, liat parkirannya gak motorsiawi. Udah cuma di sebelah trotoar di pinggir jalan (padahal resmi), jauh pula dari Mall-nya. Yaudahlah pindah ke Mall lain…

    Suka

    • 11/06/2014 7:51 PM

      Sengtujuh 😀

      Suka

      • 11/06/2014 10:34 PM

        Dan satu hal lagi yang paling rasis…

        Pengguna motor tiap mau keluar selalu diminta nunjukkin STNK, tapi kok kayanya pengguna mobil gak pernah deh…???

        Suka

  3. 11/06/2014 7:39 AM

    karena gede kali ya

    Suka

  4. 11/06/2014 8:40 AM

    Tempat yg parkir motornya ga motorsiawi ya gak usah dikunjungi..beresss..

    Suka

  5. 11/06/2014 12:00 PM

    soalnya kalo mobil, kegores dikit pemiliknya bakal sewot minta asuransi ke operator parkir, kalo motor kan walo ngegubrak sekalipun pemiliknya gak akan tau :mrgreen:

    http://mglnblog.wordpress.com/2014/06/11/senangnya-bisa-bertemu-langsung-dengan-bloger-bloger-kondang/

    Suka

  6. 12/06/2014 9:20 AM

    markir mobil lebih susah daripada motor
    motor bisa digeser, diangkat dll
    lha mobil?

    Suka

  7. 12/06/2014 9:44 AM

    rapopo

    Suka

  8. 12/06/2014 9:51 AM

    hati kamu udah dapet tempat parkir belum mblo… ? :mrgreen:

    Suka

  9. 12/06/2014 1:56 PM

    wooh ngoten 😀

    ————————————————-
    Penyebab & Akibat Rantai Kendur
    http://rpmsuper.wordpress.com/2014/06/12/penyebab-rantai-cepat-kendur/

    Suka

  10. 12/06/2014 6:38 PM

    Iya mas, tukang parkir mau nya selalu bikin satu motor dengan motor yg lain berdempet, bikin lecet.

    http://iimvixby.wordpress.com/2014/06/11/antara-pacar-dan-tunggangan/

    Suka

  11. 15/06/2014 10:18 AM

    Kalo di kantor saya, motor lebih diperhatikan karena justru ada atapnya 🙂
    Mobil disuruh parkir di lapangan 😀

    Suka

  12. Riant permalink
    24/06/2015 5:20 PM

    )) yg gue liat cuman motorsiawi manusiawinya mana….!!?
    ))) itung” soal belanjaan 4 org bermobil dgn 25 org yg punya motor banyakan mana yach?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: