Skip to content

Bus Kota Kopaja AC Resmi Diluncurkan

01/08/2011

Angin segar untuk sistem transportasi massal di Jakarta berhembus, Dishub D.K.I Jakarta meresmikan 20 unit Bus Kopaja AC S-13, Jurusan Ragunan-Slipi

Bus Kota Kopaja ini berbeda dengan Bus Kota Kopaja lainnya, karena sudah menggunakan pendingin udara (AC), sistem pembayaran Sopir dengan sistem gaji, bukan setoran seperti bus-bus Kopaja lainnya, sehingga sang sopir tidak perlu ugal-ugalan dan berkendara dengan seenaknya demi mengejar setoran.

Bus Kota ini bisa menampung 35 penumpang, dengan 28 penumpang duduk dan sisanya berdiri. Kopaja AC trayek S-13 ini memiliki inovasi, yaitu sistem one-way yang diharapkan penumpang teratur naik dan turun kendaraan. Tarif Kopaja S-13 ini sama dengan tarif Bus Kopaja lainnya, yaitu Rp.2.000,-

Bus yang memiliki trayek Cilandak KKO – TB Simatupang – Pondok Indah – Gandaria – Mayestik – CSW – Semanggi – Slipi PP ini berencana akan ditambah unitnya secara bertahap, sesuai target yang dicanangkan sebanyak 75 unit

Semoga semua moda transportasi masal di DKI Jakarta bisa seperti ini, sehingga penumpang nyaman dan aman. Sehingga banyak pengguna kendaraan pribadi beralih ke moda transportasi massal. Amiin…… 🙂

Iklan
7 Komentar leave one →
  1. 01/08/2011 8:19 AM

    fasilitas yang meningkat semoga lebih bisa diimbangi dengan cara menyupir yang lebih SOPAN dan memperdulikan sekeliling. tidak asal berenti, tidak ngasal ke kanan-kiri tanpa peduli sekeliling.

    Suka

  2. 02/08/2011 12:09 PM

    tapi kalo masyarakat penggunanya masih urakan ya sama aja,,
    coba kalo mau tertib, naik turun di halte, tertib, pasti enak liatnya, gak yg tiba2 minta brenti pas lagi di kanan jalan,,,,,,
    satu lagi,, pake kenek gak….???

    Suka

  3. Andrews permalink
    09/08/2011 2:05 PM

    Merupakan angin segar bagi pengguna kendaraan umum, selain ditambah rute-rutenya hingga seluruh penjuru kota Jakarta, ada baiknya saat berada di jalan protokol, moda umum ini juga mendapatkan jalur khusus bebas hambatan seperti busway atau paling tidak mendapatkan halte khusus sehingga kenyamanan lebih terjamin, jauh dari asongan, pengamen, bahkan copet dan bukan tidak mungkin masyarakat beralih ke kendaraan umum yang nyaman ini. Tentunya..dari pihak terkait sudah sepantasnya membatasi pemakaian kendaraan pribadi bahkan penjualannya juga dibatasi..sehingga paling tidak mendekati kenyamanan seperti di Singapore..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: